SAMUEL A. BUDIONO & ASSOCIATES |

WHEN ARCHITECTURE MEETS JAZZ MUSIC

Samuel A. Budiono & Associates

COPYRIGHT 2010 SAMUEL A. BUDIONO & ASSOCIATES

WHEN ARCHITECTURE MEETS JAZZ MUSIC

Bagaimana awal mula perkenalan Anda dengan arsitektur sebagai pilihan karier?Sejak dari junior high school saya sudah tertarik dengan bidang arsitektur. Kemudian ditunjang juga oleh talenta saya dalam menggambar, menciptakan sesuatu yang baru, bermusik, fotografi, ranking tertinggi dalam pelajaran stereometri, dimana semuanya menjuruskan saya untuk mendalami arsitektur. Jadi pilihan arsitektur sebagai “major” tidak pernah tergoyahkan sejak awal walaupun tetap mengambil musik sebagai “minor” terutama waktu meraih S1 & S2 di Amerika Serikat.Bagaimana perjalanan karier Anda hingga akhirnya sekarang berkecimpung di SAMUEL A. BUDIONO & ASSOCIATES?Sewaktu mengambil gelar Master of Architecture, saya sempat mengikuti Europe Study Program di Paris & Berlin sembari mengambil practical training dan mendalami historic architecture di 12 (dua belas) negara Eropa. Kemudian magang di Wisconsin sebelum bergabung dengan architectural firm besar di California antara lain WATG sebagai Project Designer. Pengalaman menangani mega proyek skala dunia waktu di Amerika Serikat memberanikan saya untuk kembali ke tanah air dan mendirikan biro arsitek sendiri dengan nama SAMUEL A. BUDIONO & ASSOCIATES bersama partner saya Yatty L. Budiono yang juga lulusan S2 dari Amerika Serikat.Apa kendala yang Anda hadapi dalam berkarier di bidang arsitektur ini dan bagaimana mengatasinya?Kendala yang saya hadapi adalah masalah politis yang justru diluar ilmu arsitektur itu sendiri. Banyak keputusan dan kebijaksanaan diambil dengan alasan nonteknis yang bersifat subyektif dari pada obyektif. Sampai secara bergurau saya pernah “sharing” bahwa seorang arsitek mungkin juga harus mengambil bidang political science supaya sukses. Apa/siapa yang menjadi inspirasi Anda dalam merancang suatu proyek arsitektur?Sebetulnya banyak sekali arsitek-arsitek favorite saya seperti Herzog & de Meuron, Daniel Libeskind, Peter Zumthor, Peter Eisenman, Santiago Calatrava, Steven Holl, Tom Mayne, Zaha Hadid, dan masih banyak lainnya. Tetapi inspirasi utama saya dari segi karakter dan integrasi yang sangat tinggi adalah Frank Gehry. Dia adalah arsitek panutan saya dan merupakan suatu kehormatan kalau bisa terus berkarya secara menakjubkan seperti dia sampai pada usia senja. Apa prinsip yang Anda pegang teguh di tiap kali Anda merancang sebuah proyek arsitektur?Prinsip yang saya pegang teguh adalah ‘kejujuran’ dan merancang dengan ‘hati’. Jadi tidak ikut trend atau selera yang dipaksakan untuk sekedar memenuhi tuntutan umum, melainkan melahirkan karya arsitektur yang ‘berjiwa’ dan menyampaikan suatu ‘pesan’.Tertarik dengan statement Anda: "Arsitektur yang hidup adalah arsitektur yang bisa berkomunikasi dengan publik. Arsitektur bisa berdialog, berbicara, bahkan 'bernyanyi'”. Seberapa ‘hidup’ wajah arsitektur di Indonesia?Wajah arsitektur di Indonesia masih dipengaruhi oleh nilai-nilai normatif atau kebiasaan yang dianggap suatu ‘keharusan’ yang mutlak diikuti kalau tidak mau dikatakan ‘sesat’. Diperlukan suatu ‘keterbukaan’ dan ‘ketulusan’ untuk mau menerima hal-hal yang “innovative” dari dunia globalisasi maupun kemajuan teknologi dari negara-negara yang lebih maju. Kita tidak perlu malu untuk belajar maupun meniru sesuatu yang memang lebih maju dan bagus untuk bisa disempurnakan lagi berupa perpaduan dengan kebudayaan setempat. Dari sederet karya yang sudah Anda ‘telurkan’, apa yang paling berkesan dan mengapa?Secara jujur saya belum sampai ke titik kepuasan akan suatu karya. Masih tinggi keinginan untuk terus maju dan memperbaiki diri. Kalau Frank Gehry masih bisa berkarya secara luar biasa di usia 82 tahun, maka bisa diibaratkan saya masih dalam status ‘remaja’ dan diperlukan usaha yang lebih keras lagi untuk melahirkan suatu karya yang fenomenal.Karya Anda telah sukses mendapuk beberapa award. Secara pribadi, penghargaan apa yang paling menorehkan rasa bangga bagi Anda?Sementara ini World Architecture Awards dan SIA-GETZ Architecture Prize for Emergent Architecture in Asia yang paling berkesan. Kemudian untuk tahun ini ada 2 (dua) proyek saya yaitu FAVOUR@CENTRAL dan MY HOME yang terpilih sebagai Nominasi untuk People’s Choice Award 2011 dan akan dipamerkan di ajang World Architecture Festival & World Festival of Interiors 2011 di Barcelona, Spanyol. Tetapi saya tetap berharap bahwa semuanya ini adalah ‘awal’ dari sesuatu yang lebih besar dimasa mendatang dimana I have to achieve my “best” for the rest of my life. Anda, arsitektur, dan musik jazz. Ada apa di antara ketiganya dan bagaimana dinamikanya?Bagi saya pribadi, arsitektur dan musik jazz tidak terpisahkan. Jazz & freedom go hand in hand serta memberikan suatu spirit kebebasan untuk berkarya dalam arsitektur. I see my architecture as jazz music, it is about freedom to explore new ideas. Anda terkenal sebagai arsitek yang juga pemusik bahkan telah merilis album. Apa rencana Anda berikutnya dalam hal bermusik?Barusan saya mendapat suatu tawaran yang menarik dari Mayor’s office for the City of Los Angeles untuk membuat illustrasi musik pada movie series tentang “LA Stories: A Culture of Creativity”. Menariknya, movie series ini tidak lepas dari bidang arsitektur yaitu membahas history & culture of innovation in Los Angeles that culminates in some of the most innovative architecture in America. Proyek ini didukung juga oleh strategic partners termasuk Getty Research Institute, California Council for the Humanities, FORM Magazine, dan lain-lainnya.Sebagai arsitek, apa lagi yang sedang Anda usahakan untuk dicapai di masa datang?Mimpi dan cita-cita saya yang belum tercapai adalah mendapatkan “project of my life” dengan skala yang menguras seluruh kemampuan saya serta diberikan kebebasan penuh untuk berkreasi. Dunia musik juga akan tetap saya tekuni, karena itulah yang membuat saya merasa tetap muda dan bergairah untuk terus berkarya serta senantiasa memberikan ‘jiwa’ bagi arsitektur saya.Apa motto hidup Anda?Do my best and let God do the rest!



Please update your Flash Player

This site makes use of the Adobe Flash Player.

The latest versions of browsers such as Firefox, Netscape or Internet Explorer usually have the Flash Player pre-installed.

If your browser doesn't or has an older version of the player, you can download it here.

Flash Player enables us to provide you with a dynamic website with video clips and full screen images.

Get Adobe Flash Player

Powered by FlashMoto CMS